Adab Menuntut Ilmu dalam Islam
Penulis: Ust. IlhamDipublikasikan: 18 Mei 2026Kategori: Dakwah & Tarbiyah
Menuntut ilmu adalah kewajiban bagi setiap muslim. Namun terdapat adab-adab yang harus diperhatikan agar ilmu yang didapat menjadi berkah.
Islam adalah agama yang sangat memuliakan ilmu dan para pemiliknya. Bahkan wahyu pertama yang diturunkan kepada Nabi Muhammad ﷺ adalah perintah membaca ("Iqra"), sebuah isyarat kuat tentang pentingnya literasi, belajar, dan menuntut ilmu pengetahuan demi kemaslahatan hidup dunia dan akhirat.
Namun, ilmu yang luas tidak akan berbuah keberkahan sejati jika penuntutnya mengabaikan aspek adab. Para ulama terdahulu senantiasa menekankan pentingnya mempelajari adab sebelum mempelajari ilmu. Adab adalah wadah wadah yang bersih, sedangkan ilmu adalah air bersih yang suci. Air yang suci hanya layak ditampung di dalam wadah yang bersih pula.
Di antara adab terpenting bagi penuntut ilmu adalah keikhlasan niat. Menuntut ilmu syar'i harus diniatkan murni karena mengharap wajah Allah subhanahu wa ta'ala, menghilangkan kebodohan dari diri sendiri dan orang lain, serta untuk mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari, bukan untuk berbangga-bangga di hadapan sesama atau mendebat orang lain.
Adab berikutnya adalah menghormati guru yang mengajarkan ilmu tersebut. Seorang murid harus menyimak penjelasan dengan khidmat, tidak memotong pembicaraan, dan selalu bersikap rendah hati (tawadhu) di hadapan gurunya. Dengan menjaga adab-adab mulia ini, insya Allah cahaya ilmu akan mudah meresap ke dalam dada dan menghasilkan buah amal shaleh yang bermanfaat bagi diri sendiri dan masyarakat luas.