Artikel Islami

Menjaga Ukhuwah Islamiyah di Tengah Perbedaan

Penulis: Ust. Anas, Lc.Dipublikasikan: 12 Mei 2026Kategori: Dakwah & Tarbiyah
Menjaga Ukhuwah Islamiyah di Tengah Perbedaan

Islam mengajarkan kita untuk menjaga persaudaraan sesama muslim meskipun terdapat perbedaan dalam masalah furu'iyah (cabang).

Ukhuwah Islamiyah atau persaudaraan Islam merupakan salah satu pondasi utama kekuatan umat Islam yang diletakkan langsung oleh Rasulullah ﷺ sejak awal masa dakwah beliau di Madinah, dengan mempersaudarakan kaum Muhajirin dan kaum Anshar atas dasar ikatan keimanan yang suci. Di era modern saat ini, menjaga ukhuwah seringkali menghadapi tantangan besar karena adanya perbedaan pandangan dalam masalah furu'iyah (cabang-cabang hukum fiqih) atau perbedaan dalam ranah pilihan ijtihad tertentu. Sungguh menyedihkan apabila masalah cabang yang bersifat longgar dijadikan pemicu perpecahan, saling menjauh, atau bahkan saling menyesatkan antar sesama mukmin. Islam mengajarkan kita cara menyikapi perbedaan tersebut dengan mengutamakan toleransi (tasamuh) dan berbaik sangka (husnuzhan). Perbedaan pendapat di antara para imam madzhab terdahulu dipenuhi dengan kelapangan dada dan rasa hormat yang mendalam. Mereka saling menyayangi dan mendoakan kebaikan satu sama lain, karena sadar bahwa persatuan umat adalah hal yang jauh lebih prinsipil dan agung untuk dijaga. Mari kita kedepankan titik-titik persamaan iman kita yang kokoh: bersaksi kepada Rabb yang sama, mengikuti Rasul yang sama, membaca Al-Quran yang sama, dan menghadap Kiblat yang sama. Menjaga ukhuwah adalah kewajiban syar'i yang akan mengantarkan kita pada turunnya pertolongan dan keberkahan dari Allah subhanahu wa ta'ala.